Tulisan ini lebih cenderung menggambarkan pengalaman pribadi penulisnya
Bersyukurlah bagi orang-orang yang dilahirkan sebagai pecinta..
Cinta itu suci dan cinta berasal dari qolbu.. yang sulit untuk diungkapkan hakikat maknanya dalam bahasa manusia..
Hanya pecinta yang mengerti apa itu cinta..
Terkadang kita biasa menafsirkan cinta dengan tafsiran yg naif, biasa menyatakan cinta adalah rasa yang bercampur dengan nafsu bahkan menyatakan nafsu itu adalah cinta.. namun sejatinya tafsiran itu hanya sebatas bungkus luar saja diibaratkan bungkus plastik dari buah yang dibeli dipasar, bahkan masih belum menyentuh kulit dari buah aslinya..
Wahai para pecinta.. ingatlah ini
"cinta itu rasa suci yang sudah tidak mengharapkan apapun.."
Pernahkah engkau merenung, cinta yang diiringi dengan hawa nafsu, biasanya berujung celaka..
Ayo kita kembali flashback.. contoh gampangnya..
Suatu saat dirimu berada di sebuah stasiun kereta, karena dirimu telah lama single lalu sempat terbesit menginginkan pasangan..
Dirimu melihat wanita yang begitu anggun, sendirian dan terlihat polos.. terbesit dalam keinginanmu untuk berkenalan dengannya dan memilikinya..
Apakah itu dikatakan cinta atau nafsu (?)
Oke lanjut.. dengan cap cip cup entah bagaimana ceritanya dirimu bisa berkenalan dengannya dan mendapatkan kontaknya..
Singkat cerita, dirimu intens berhubungan dengannya dan kalian saling suka..
Apakah itu dikatakan cinta atau nafsu (?)
Mba Nana pake kancut.. yuk lanjut..
Dirimu dan dirinya begitu yakin bahwa kalian merupakan jodoh yang ditakdirkan tuhan.. kalian kesana kemari berdua.. sampai di titik kalian sudah saling yakin satu dan yang lain..
Namun di sisi lain, terbesit dalam hatimu keraguan ketika ia mendekati pria lain, terbesit rasa cemburu yang membabi buta..
Sayangnya, prasangkamu itu benar-benar terjadi.. dia menduakanmu..
Apakah itu dikatakan cinta atau nafsu (?)
Sedihnya dia lebih memilih orang lain ketimbang dirimu.. disaat itu hatimu hancur, kacau rasanya seperti tersambar petir yang hanya menghancurkan hati saja.. disaat itu dirimu mulai menutup hati.. menjauh dan menjauh.. kau hanya bisa menyalakan pihak luar tanpa pernah mengkoreksi dirimu sendiri..
Dan kau mengulangi lagi kisahmu dengan wanita lain, endingnya juga sama seperti itu..
Seandainya engkau mengkoreksi dirimu bahkan sempat untuk berfikir jujur dan menanggalkan ego "apakah ada yang salah dengan semua ini?" , Engkau pasti akan menemukan jawabannya.. bahkan jawabannya jauh dari apa yang kau bayangkan..
Banyak kemungkinan jawaban yang akan kau temukan, antara lain..
Niat awalmu bukan tulus dan suci, niat awalmu karena mengikuti kata nafsu.. yang masih jauh dikatakan cinta..
Cinta bukan hanya sekedar mabuk disaat kau bahagia bahkan sedih dan kecewa disaat di khianati.. itu namanya nafsu..
Dan engkau menyadari betapa naifnya dirimu mengatas namakan cinta dengan perbuatan nafsumu..
Titik tertingginya, kau menyadari bahwa cinta suci dan tulus yang kau cari-cari selama ini tidak jauh dari dirimu.. yaitu Allah..
Kenapa bisa dikatakan seperti itu (?), Ya.. karena Dia yang memberikan hidup, rezeki, berkah, kelimpahan, ilmu, takdir baik dan buruk, kesehatan dan lain-lainnya tanpa pengharapan/balasan apapun dari kita..
Apakah itu dikatakan cinta atau nafsu (?)
Tentu saja Cinta.. bahkan cinta yang Maha Suci..
Dengan pola fikir seperti itu, Insyaallah engkau mampu berfikir lebih jernih lagi..
Dan mengetahui kejujuran apakah rasa itu cinta atau nafsu..
Cinta membutakan apapun, tak peduli lagi balasan menyenangkan atau menyedihkan.
Teruntukmu buat para pecinta, do'akanlah mereka yang masih mengatasnamakan nafsu sebagai cinta.. dan doakan juga saya, mencapai pada titik cinta tertinggi.. aamiin..
Allahualam bissawab..
Kebenaran hanya milik Allah..
Komentar
Posting Komentar